Sunday, December 13, 2015
Teman Hidup
Hai sayang.. Jangan kaget bila ini semua di luar rencanamu. Aku, hanya ingin bercerita tentang kita. Mengenang saat-saat dimana mata kita saling memandang untuk pertama kali. Saat dimana hatiku berdebar-debar ketika di sampingmu. Masih ingat? Saat ketika aku akan terjatuh, dan kaulah orang yang menarikku? Saat dimana aku kebingungan akan jalan pulangku, dan kau menawarkan bantuan untuk mengantarku? Pernahkah kau sadari bahwa akulah yang memulai kisah kita terlebih dahulu? Iya, awalnya aku yang ingin berada di dekatmu. Aku ingin mengobati luka lamaku bersamamu. Dan ternyata alam pun mendukung. Alam membantuku untuk mendekatimu. Sadarkah kau bahwa dunia ada di pihak kita?
Kisah kita berjalan seperti yang aku inginkan. Kau mengajakku berkenalan dalam sebuah hubungan yang lebih dekat. Tapi entah mengapa, tiba-tiba saja hatiku ragu tentang keputusanku menerimamu atau mungkin keputusanku memilihmu. Namun hati kecilku menyuruhku menjalani sepenuh hati. Dan aku menurut! Semua berjalan baik-baik saja hingga Ayah pergi meninggalkan aku. Hatiku teriris! Aku merasa hancur dan hampa. Aku bukan lagi aku yang dulu. Keegoisan membutakan aku tentangmu. Tentang hidupku, tentang semua hal. Itu adalah saat terburuk ku, namun itu belum puncaknya! Hingga ketika kau memilih untuk menjauh dari ku.
Barulah ku sadari betapa aku telah jauh dari semua yang aku harap. Baru aku mengerti apa yang kau rasakan selama ini. Baru aku menyadari betapa berartinya dirimu dalam hidupku. Betapa aku membutuhkan mu dalam hidupku. Dan betapa bodohnya aku menaruh ego dalam hubungan kita. Dan betapa sakit nya kehilangan untuk yang kedua kali. Aku berharap kau juga rasakah apa yang aku rasakan saat itu. Tapi tampaknya kau baik-baik saja. Tapi memang semua salahku, dan aku pula lah yang harus menerima sakitnya.
Waktu tak pernah berjalan mundur, dia tak pernah memberiku kesempatan mengulang semuanya. Waktu terus maju dan hanya memberiku dua pilihan antara hidup dalam sesal dan tak pernah bangkit atau berjuang untuk gapai kebahagianku. Kemudian aku memilih untuk berjuang mendapatkan kebahagiaan ku kembali yaitu dirimu. Kau pasti masih ingat bagaimana aku bertahan demi dirimu. Berjuang demi hatimu, menangis karna wajahmu tak berpaling sedikitpun untukku. Tersiksa hati karna senyummu tak lagi mampu aku miliki.
Tapi yang ku ingat adalah ketika alam dan dunia membantuku saat pertama kali, maka kali ini pun mereka akan mendekatkan aku dengan mu. Memang benar kata pepatah, “..ketika dua orang di takdirkan untuk bersatu, maka tak akan ada yang menghalangi mereka kembali bersama..”
Doa dan perjuanganku di dengar oleh Tuhan, hingga hari ini kita dipersatukan di hadapan surga, keluarga, dan mereka semua. Ini adalah hari yang selalu aku impikan dalam tidurku. Ini adalah hari yang paling membahagiakan dalam hidupku. Mulai saat ini, tetaplah bersamaku jadi teman hidupku untuk arungi dunia, bersama hingga akhirnya maut memisahkan kita.
Tertanda,
Wanitamu, Laura Engelia Bangun
Sunday, November 8, 2015
Aku Bukan Dia
Aku bukan dia yang kau harapkan
Dia yang mampu tepis laramu
Dia yang bisa hapuskan sedihmu
Aku tak seperti dia yang kau impikan
Aku rapuh namun seolah tegar
Aku lemah tapi bersikap layaknya kuat
Aku menipu hatiku
Bila paksakan dia adalah aku
Aku siksa jiwa dan raga
Saat tersenyum seperti dia
Izinkan aku pergi
Karna yang kau cari bukan aku
Relakan aku hilang
Karna yang kau butuh adalah dia
Bila memang kita akan bersama
Maka hatimu akan menemukanku
Jika cinta adalah milik kita
Maka kita akan bersama
Tapi biarkan aku dan lepaskan aku
Untuk kau dapat yakinkan hatimu...
Thursday, October 15, 2015
Ini Cerita Untukmu ~ Part 5
“Hex... Aku rindu.......”
“Haah? Rindu? Rindu pada......??”
“Aku merindukanmu.. Sangat rindu! Aku rindu sentuhanmu, aku rindu pelukanmu, aku rindu kecupmu, aku rindu suaramu, aku rindu semua tentang dirimu. Aku ingin kembali seperti dulu. Bisakah? Perasaanku masih tak berubah sejak dulu bahkan sampai nanti. Aku masih tetap mencintaimu. Hatiku masih setia padamu. Apa aku terlalu egois?”
“Gie.. Kembali lah padanya. Itu lebih baik daripada kau disini bersamaku. Takkan ada yang bisa kita lakukan, dan ini hanya akan membuat kita semakin terpuruk. Pulanglah! Tapi jika suatu saat kau rindu, datanglah kesini dan kau pasti akan menemukan aku tetap disini. Kita tak bisa melawan kenyataan pahit ini. Ketika kau tak bisa kesini, pandang lah pangeran matahari dan yakini kau melihatku disana. Ketika rindumu tak tertahankan berceritalah pada peri bintang, dia akan mengobati semua rindumu. Aku sudah menitipkan pesan pada putri bulan untuk selalu menjagamu dari kejauhan.. Aku pun sangat merindukanmu Gie.. Tapi ini yang terbaik untuk kita.. Dan jika waktu mengizinkan, aku tak akan melepasmu dikehidupan berikutnya. Aku tak akan terlalu mudah menyerah untuk mempertahankanmu tuk tetap disisiku..”
Hex memelukku sekali lagi setelah saat terakhir kami berpisah. Masih sama bahkan lebih hangat karna mungkin lebih aku rindukan. Dia mengusap air mataku dan mengantarku ke mobilku. Perlahan ke empat roda mulai berputar dan semakin cepat karena jalan yang juga turunan. Aku berusaha menahan tangisku, namun rasa sakit ini terlalu menusuk hingga ke tulang.
Dan sesaat pandanganku buram oleh air mataku. Tapi laju kendaraanku tak ku kurangi, hingga hal terakhir yang masih dapat ku lihat adalah mobilku menabrak pembatas jalan. Aku melihat Hex menghampiriku sambil berlari kemudian dia memeluk sambil memangil-manggil namaku.
Dengan tersenyum dan bahagia aku berbisik, “Ku tunggu kau dikehidupan yang berikutnya, Hex....”.
Saturday, October 3, 2015
Ini Janjiku..
Beberapa waktu belakangan ini, sering terbesit dalam pikiranku tentang beberapa hal. Hal yang sungguh mengganggu pikiranku. Tentang apa yang aku (sering) lakukan. Aku tak akan mengatakan kau juga melakukannya. Ini tentang diriku sendiri.
Terlalu mudah bagiku untuk mengomentari orang lain. Tentang apa yang digunakan, apa yang dilakukan, tentang hidupnya, bahkan tentang hal yang mungkin orang lain pun tak melihatnya. Terlalu gampang untuk membicarakan kejelekan orang lain tanpa memandang kebaikan yang pernah dia lakukan. Tak sulit mengungkit masa lalunya dengan mengabaikan masa sekarangnya.
Hal yang paling menyenangkan adalah mencampuri urusan orang lain tanpa ingin hidupnya dicampuri siapapun. Bukankah begitu? Aku suka mengatur orang lain, dan tak ingin diganggu dengan keputusanku. Kadang aku merasa lebih tau dari mereka. Aku lebih pintar, dan aku punya pengalaman sedangkan mereka tidak. Berusaha mengubah jalan mereka sesuai keinginanku. Mengganti ingin mereka seperti kemauanku.
Mengatakan seorang tidak layak dengan semua kesalahannya adalah hal yang terlalu cepat keluar dari bibirku. Sedangkan aku tak ingat bahwa aku pun menyimpan sejuta masa lalu yang suram. Ketika kata-kata telah terlontar, terbesit kemudian diriku yang juga seperti mereka. Gak pantas seorang yang hina menjelekkan orang dengan kesalahannya. Aku tak layak membicarakan debu dalam dirinya sedangkan aku pun berlumpur.
Kali ini aku tersadar dan ingin berhenti. Berhenti melakukan apa yang telah ku anggap salah. Berhenti membicarakan selumbar dimata orang lain saat balok dimataku tak aku buang. Aku akan berhenti mencampuri urusan orang lain dan mengurusi hidup ku sendiri. Berhenti mengusik siapapun dan fokus tentang diriku sendiri. Aku berhenti.
Aku minta maaf untuk setiap hal yang tak kau sukai tapi kulakukan. Maaf aku telah mencampuri masalahmu. Maaf telah mengusik hidupmu. Aku berjanji tak akan menyentuh urusanmu. Dan mungkin untuk keluar dari setiap bagian hidupmu.
Aku tak akan lagi melakukan itu, karna mungkin aku akan sibuk memperbaiki diriku sendiri.
Maafkan aku dan ini janjiku..
-GIE-
Friday, October 2, 2015
If Only I Had..
"If I had asked that day, would you have stayed?"
Aku sadar semua terlambat! Sebuah penyesalan yang mungkin tak ada gunanya lagi. Tak akan berfungsi untuk mengubah realita yang terjadi. Aku disini hanya tersisa dengan secuil kenangan yang cuma mampu aku ratapi. Memori itu masih tertata rapi disini. Tepat di dalam tiap sel otakku. Di tiap aliran darah dalam nadiku. Di tiap debaran dan detak jantungku, semua itu masih mengingatkan akan kebodohanku yang masih aku sesalkan.
Mungkin dulu rasa kita sama. Mungkin aku yang tak pernah menyadari rasamu padaku. Jauh dalam lubuk hatiku saat itu, hanya kamu seorang yang selalu bertahta. Detik yang kita lalui saat dulu, selalu ku harap untuk tak pernah berakhir. Aku ingin selamanya. Tapi entah mengapa selamanya tak pernah mampu terucap di bibirku.
Perasaan yang semakin mendalam, hanya mampu tertanam dalam kalbu. Tak pernah mampu terucap. Pahamilah aku, aku bukan mereka yang mampu dengan mudah menyatakan rasanya. Ketakutan atas penolakanmu menjadi dinding penghalangku tuk katakan semua itu. Aku takut kita akan berjarak saat aku menyatakan apa yang ada dipikiranku. Aku takut untuk hal yang mungkin tak akan terjadi. Namun pintaku, pahamilah aku.
Hingga akhirnya jarak benar-benar membawamu pergi. Pergi untuk mungkin tak kembali. Pergi menjauh dari semua anganku. Pergi disaat aku belum siap untuk lirihkan tiap debaran kala aku bersamamu. Perih memang, tapi aku tak berkuasa atas jarak dan waktu. Dan aku hanya mampu terdiam saat kau melangkah menjauh dariku. Dalam benakku, terbesit kalimat, : “Aku tak akan ragu ungkapkan ini dipertemuan kita berikutnya..”. Apa kau mendengar itu? Apa saat itu rasamu juga sakit? Apa saat itu kau sunggu rela meninggalkanku?
Dan semua jawaban itu, aku dapat setelah aku tersadar bahwa kini aku terlambat. Sebelum aku berani, dia terlebih dahulu mengajakmu bersama angannya. Dan ketika aku siap dengan rasa dan hatiku, kau telah bersanding bahagia dengannya. Apa kau benar-benar bahagia? Apa aku tak pernah muncul dalam benakmu, bahkan untuk sedetikpun?
Ini salahku, andai saja aku lebih berani! Andai saja tak ku tunda waktuku! Andai saja aku menahanmu waktu itu, mungkinkah kau akan disampingku? Andai saja aku tak terlambat, mungkin bahagia kita masih menyatu. Andai saja aku tak terlalu bodoh membiarkan setengah hidupku berlalu dari hadapanku, mungkin hidup ini masih akan sangat menyenangkan.
Jika seandainya saat itu aku memintamu untuk tak pergi, maukah kau tuk tetap disini bersamaku? Maafkan aku yang terlambat memintamu untuk tinggal. Maafkan aku yang tak mampu berucap saat dulu. Maafkan aku yang mungkin tak memiliki kesempatan kedua denganmu..
Wednesday, September 30, 2015
Bukan Untukku, tapi Untuk Bangsamu
Thursday, September 24, 2015
Sahabat, Kata Mereka
Wednesday, September 23, 2015
Untitled
Yang terjadi biarlah terjadi,
Tak perlu ada keluh dalam hati
Biarkan angin yang bawa mereka pergi
Biarkan bintang menari
Tepiskan kelabu di langit malam ini
Kembalikan pelangi
Dan tepis setiap hujan yang mengiringi
Kemudian nadi kembali sunyi
Dan senyum pun menyaingi
Jiwa yang damai kini..
Jakarta, 23 September 2015
Rindu Sebatas Pulsa
Hanya berjumpa via suara;
Namun ku slalu menunggu saat kita akan berjumpa..”
LDR? Apa itu LDR? LDR adalah singkatan dari Long Distance Relationship, ini adalah hubungan jarak jauh. Yang artinya juga berarti dua orang yang saling berhubungan namun terpisah oleh jarak yang tak dapat ditempuh dalam waktu singkat. Yap, itu adalah hal yang gw rasain sekarang. Berhubungan sama seorang cowo tanpa bisa ketemu setiap hari. Susah? Sangat!! Kadang hal yang bikin kesel adalah ketika waktu kami gak sama. Waktu senggang kami beda, dan alhasil menumpuk rindu sampai waktu meluapkannya tiba. Kapan? Gak ada yang tau!
Terus gimana bisa bertahan? Di jaman sekarang gak ada yang gak canggih. Kalo jaman dulu cuma bisa liat tulisan dan itupun benar-benar harus menumpuk rindu sekian karung. Sekarang tinggal buka HP kirim pesan singkat, atau telepon atau bisa juga sama yang namanya Video Call. Karna jaman sudah terlalu canggih, makanya semua serba bisa. Jarak pun tak pernah jadi masalah. Bahkan untuk mereka yang terpisahkan pulau atau negara dan tak terkecuali benua, semua itu tak akan menghalangi kisah kasih mereka yang berjauhan.
Hanya aja ada satu masalah, semua memang sudah canggih. Ponselpun sudah sangat pintar, tapi menurut gw Smartphone ini tidak akan bisa benar-benar berfungsi kalau gak ada PULSAnya. Karna yang mengatur itu pulsa, cost yang kita gunakan disini sebagai pengganti ongkos pertemuan. Tapi kan pulsa ini jauh lebih murah dibandingkan dengan ongkos. Nah jadi kebutuhan orang-orang yang LDR-an adalah PULSA MURAH. Dimana selayaknya prinsip ekonomi mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya dengan biaya yang sekecil-kecilnya.
Pengalaman gw adalah ketika pulsa gak ada, rindu ini benar-benar mengganggu karna gak ada yang bisa ngobatin kecuali suara dia yang jauh disana. Dan yang lebih parahnya adalah pulsa gak ada, uang di tangan sekarat dan gak ada pertolongan yang bisa diandalkan. Berusaha sampai malam mencari cara supaya pulsa ini terisi. Ngecek mobile banking berkali-kali, padahal mah isinya juga gak bakal nambah. Cuma bisa berharap pada PULSA MURAH JAKARTA yang mungkin aja gak ada. Karna semua di Jakarta serba mahal. Dalam keadaan sekarat gini, yang biasanya masih terjangkau yah nyari temen yang jual PULSA ELEKTRIK. Kenapa temen, karna cuma ke dia yang bisa TU dulu alias ngutang.
Mulailah otak berpikir siapa yang jual PULSA ELEKTRIK JAKARTA yang murah. Sampai akhirnya ilham itu datang dan muncullah satu nama dan langsung aja minta di isiin pulsa. Gak lupa dengan nada rada melas (memohon belas kasihan) supaya diizinin bayarnya nantian aja habis rejeki datang. Dan sebelum tengah malam pulsa sudah sampai.
Dan akhirnya pulsa terisi, dompet terselamatkan dan rindu terluapkan. Gak ada yang dirugikan kok disini. Tapi rasanya LDR-an gak pake pulsa itu kaya udah gak ketemu bertahun-tahun atau terjebak di hutan pedalaman sendirian. Dan pasti pengen nangis berhari-hari *lebay sih ini*.
Eh, siapa sih yang punya ide bikin pulsa dan sejenisnya ini? Pengen deh ketemu orangnya trus bilang makasih banget untuk bikin jarak tiada berarti, dan rindu selalu terobati. Pengen bilang juga kalo bukan karna dia mungkin gw gak akan pernah memilih untuk LDR-an.
Jadi rinduku hanya sebatas pulsa. Rindu ini bakal selalu terobati dengan adanya pulsa murah yang ditawarkan sama para penjual pulsa. Rindu sebatas Pulsa.
Monday, September 21, 2015
Untuk Priaku yang Terpisah Jarak dan Sedang Berjuang dengan Skripsinya
Perjuangan yang kau lakukan ini untuk dirimu di depan nanti sayang.
Perjuangan ini pun kau lakukan untuk orang tuamu.
Selangkah yang menyiksa tapi takkan kau sesali
Berjuanglah untuk menghapus jarak yang memisahkan kita
Berjuanglah demi penantianku yang masih ku pertahankan
Selamat Malam Pangeran Matahari
Tak serupa kala awal kita jumpa
Saat aku mengenalmu pertama
Sejenak lupakan gundah yang merana
Tiap aku dan kau bersama
Tiap kali kita berdua
Hangatmu berikan senyum merona
Butiran cahaya yang pancarkan cinta
Juga warna yang bangkitkan asa
Coba pejamkan mata
Rasakan kau dalam gulita
Kicau indah berbalasan mesra
Bersenandung dalam gendang telinga
Iringi langkah yang beranjak keperaduan jiwa
Harum kehijauan amat terasa
Hidupkan suasana yang ada
Berharap kau tak akan kemana
Temani hati yang sedang berkelana
Kau memang berbeda
Karna akupun tak sama
Drama cinta dan hidup yang berkuasa
Layukan asa dalam jiwa
Namun kau beri aku tawa
Dalam tiap titik cahaya
Kau beri aku cinta
Di tiap pelukan hangat menyapa
Terimakasih untuk masih disana
Untuk selalu indah dan berwarna
Untuk hangat dan tawa serta cinta
Juga asa yang tak pernah terlupa
Selamat malam pangeran Matahari
Aku masih akan disini
Menanti kau akan kembali
Beri aku kedamaian hati...
Jakarta, 20 September 2015
Tuesday, September 1, 2015
Keluh Kesah Kalbu
Apa aku harus memutar waktu kembali ke masa lalu, agar kau sudi memandangku?
Apa aku harus hilang ingatan agar kisahku tak lagi kau pedulikan?
Apa aku harus mengubur jauh perasaanku agar curigamu tak mengusikku?
Apa tangisan pedihku perlu ku perdengarkan agar kau dapat hiraukan mereka?
Atau perlukah aku hapus sejarah agar senyummu tersirat untukku?
Sekotor itukah aku di depanmu, hingga aku tak layak di pandang matamu?
Sehina apa aku, hingga bahagiaku kau pertanyakan?
Layakkah aku tertawa di benakmu?
Sejenak ingin aku tinggalkan semua keluh ini dalam kalbu dan tenggelamkan semua dalam palung jiwa..
Hanya saja itu terlalu dangkal hingga kau mampu temukan semua yang ingin aku sembunyikan.
Lalu aku harus apa?
Mengapa tak kau izinkan aku bahagia?
Mengapa tak kau relakan aku tertawa?
Mungkin lebih baik aku berlalu..
Berlalu dan lupakan saat dulu..
Mungkin aku harus menghilang
Agar tak lagi kisahku berkumandang..
Bukan lebih baik bila aku menepi, daripada membela diri?
Biar saja tak kurasakan bahagiaku di sini, asalkan kau tak lagi bicarakan perih hati ini..
Aku pergi, bukan tak berani membela diri, hanya mungkin aku terlalu perih dan tersakiti kali ini..
Wednesday, August 26, 2015
From Heart With Love
Er kamu itu berkat buat aku, karna aku bisa selalu bersyukur bareng kamu. Kamu itu mata aku, dan karna kamu aku bisa ngeliat dunia lebih luas lagi. Kamu itu kaki buat aku, bikin aku bisa ngejalanin tempat indah yang gak pernah aku kunjungin. Kamu itu senyum aku, yang selalu merekah di sela-sela sepiku. Kamu itu bahagia aku yang selalu mengitari disetiap hari ku.
Aku akui dirimu bukan yang pertama dalam hidupku, tapi aku gak pernah punya pengalaman kaya apa yang aku rasain bareng kamu. Aku belajar lebih berani menghadapi ketakutan aku dalam hidup. Kalo kamu bilang kamu belajar berani dari aku, aku pun begitu. Aku belajar banyak hal baru bersamamu. Belajar menjadi wanita tangguh. Belajar menjadi lebih mandiri. Belajar untuk merubah sifatku yang tak baik. Belajar untuk selalu tersenyum dalam tiap masalahku. Belajar menjadi wanita pengertian. Belajar untuk gak egois. Belajar untuk menghargai waktu, belajar untuk menjadi lebih dewasa. Belajar untuk lebih jujur dan mengungkapkan apa yang ada di hati.
Aku suka sama kamu, aku sayang sama kamu.. Aku cinta sama kamu.. Aku bahagia bareng sama kamu. Aku nyaman banget sama kamu. Aku pengen selalu bareng kamu. Aku pengen menjelajah dunia dengan kamu. Aku selalu pengen kamu jadi alasan aku untuk bahagia. Aku pengen menyambut matahari pagi disamping kamu. Aku pengen ngelepas matahari sore sama kamu.
Jangan pernah gak semangat buat jalanin hari-hari ini yah.. Kapanpun kamu ngerasa gak baik, inget ada aku selalu siap buat kamu. Selalu siap buat semangatin kamu, buat bikin kamu tersenyum. Meski aku gak bisa selalu hadir di depanmu, tapi percayalah aku selalu hadir di hati kamu. Aku selalu ada di pikiran kamu. Dan aku selalu ada di bayangan kamu.
Setiap kali kamu liat mentari pagi dan sore, ingat juga kalo aku lagi ngelihat hal yang sama seperti apa yang mata kamu lihat. Dan itu berarti kita gak pernah jauh. Kita selalu berdampingan karna kita masih bisa melihat hal yang sama meski dari tempat yang berbeda. Setiap kali kamu lihat bintang, aku juga masih ngelihat itu. Dan ngebuktiin bahwa aku akan selalu nemenin kamu kapanpun itu. Saat kamu ngerasa kangen aku, bilang aja langsung ke aku.. Aku pasti bakal datang langsung di samping kamu. Entah secara nyata atau imajinasi.
Aku selalu pengen jadi alasan bahagia kamu. Alasan kenapa kamu tersenyum. Alasan kamu ketawa, alasan kamu selalu merasa semangat. Aku pengen menjadi hal kecil tapi terpenting dalam hidup kamu. Aku pengen jadi orang yang kamu perkenalkan sebagai hadiah terindah dalam hidup kamu.
Terimakasih yah Er udah jadi bagian terbaik dalam hidupku. Terimakasih untuk semua hal yang selalu kamu kasih ke aku. Terimakasih untuk setiap memori yang kamu rajut bareng sama aku. Aku cinta kamu Er.. :)
-GIE-
Tuesday, August 18, 2015
Aku Jatuh dan Aku Takut
Wednesday, August 12, 2015
Matahari Senja
Tuesday, August 11, 2015
Thank You
That never fails to brighten my day
For the tender look
When you gaze at me with eyes
that warm my heart
For the music of your laugther,
Touch that makes my pulse go faster
Thanks for all the memories of a lifetime
Thank you for the fire that you have set ablaze within me
With your kisses you´ve awakened
This old heart from its slumber
I feel like seventeen again,
It´s all because of you
Thanks for choosing me from
all the rest
Though I´m far from being the best.
Most of all I want to thank you, love,
for loving me
Aku Pasti Menunggu
Sunday, August 9, 2015
Lomba Puisi Terakota
Akhirnya gw dengan semangat membara, mulai mikir apa yang bakal gw tulis. Oia, temanya adalah Puisi Terakota yang berarti menulis puisi tentang sebuah kota. Jadi gw mulai berpikir kota mana yang punya paling banyak kenangan buat gw. Sampai kemudian terlintaslah sebuah kota yang sampai saat ini masih membekas jelas di setiap kenangan dalam memori otak gw. Iya, Bandung!
Kenapa Bandung? Karna Bandung punya daya tarik tersendiri buat gw. Buat gw Bandung itu gak cuma tempat gw kuliah. Dia adalah saksi bisu di hidup gw yang ngelihat gimana gw beranjak dewasa. Gimana gw mengakhiri masa remaja gw, masa pra dewasa gw. Menjalani cinta dan hidup, melatih mental dan juga cara berpikir. Yap, banyak hal yang terjadi ke gw di Bandung.
Kemudian, mulailah gw menulis tentang Bandung. Menulis dengan sepenuh hati, yah sedikit berharap setidaknya puisi gw kali ini bisa masuk kederetan yang terpilih.
"..Sejarah kita tak pernah tersurat dengan tintaCerita kita hanyalah sebatas kata dalam suaraKisah aku dan kau pun tak merekah di ingatan mereka
Ya.. Hanya aku dan kau menjadi kitaKita arungi samudera hidup berduaTanpa peduli mereka yang mencerca asa....."
Lengkapnya ada disini : Bandung, Aku Pemujamu Dulu..
Dan sebulan berlalu tanpa ada apa-apa. Hanya ada update-an dari orang-orang yang udah ngirim puisi mereka. Oia ada lebih dari 200 puisi dan banyak penulis. Jadi kepikiran bakal jadi apa yah puisi gw ini. Hope for the best, ready for the worst! Ini adalah kalimat yang selalu melayang-layang di otak gw.
Dan akhirnya waktu yang ditentukan tiba. Waktu pemilihan pemenang. Tapi sebelum ke pemenang panitia milih 50 besar. Awalnya sih 50 tapi pada akhirnya mereka milih 85 puisi yang bakal di jadiin buku. Dan nama gw masuk ke 85 besar tersebut.
Betapa senangnya gw ngeliat nama gw masuk kesini dan puisi gw akan ada di satu buku. Dan dari 85 puisi inilah yang akan dipilih menjadi 3 besar. Gw sih gak berharap tapi pengen juga. Hanya aja menang atau gak, itu gak akan masalah kok buat gw.
Pada akhirnya memang nama gw gak masuk ke 3 besar.
Yap, dan inilah hasil karya gw. Rasanya ikut acara kaya gini tuh keren banget. Hal kecil tapi efek nya luar biasa. Dan bikin gw semangat untuk ngerangkai kata untuk jadi paragraf-paragraf bermakna.
Jadi, kenapa harus takut untuk ngikutin sesuatu yang baru? Kita gak akan pernah tau gimana rasanya hal baru kalo kita gak nyoba. Dan ketika kita gagal maka setidaknya kita pernah mencoba dan berusaha dan tau rasanya berjuang serta berharap. Namun ketika kita berhasil kemudian kita tau bagaimana perjuangan tak pernah sia-sia dan memulai sesuatu yang baru tak pernah salah.
Gelsey Ranya Samosir
Happy Birthday boru Pudan! Gelsey Ranya Samosir.. Namanya berarti Bunga yang menyenangkan. Dengan doa yang mengiringi semoga dia kelak mene...
-
Dear Gwen.. Pernah seseorang bilang ke mama, kalo ulang tahun yang pertama harus dirayain spesial. Karna banyak bayi yang gak bisa melewati ...
-
Aku duduk terdiam di kursi penonton di Lapangan Basket. Entah apa yang terlintas di pikiran ku. Aku hanya merenung, apakah ini adalah saat...
-
Untuk Pria yang pernah berbagi kisah denganku Selamat sore, Aku hanya ingin menyapamu melalui surat ini. Dan aku juga ingin menyampaikan...