Pernah kah sesuatu
mengingatkanmu pada satu hal yang pernah berkesan di hidupmu? Mengembalikan kenangan
yang nyaris telah kau lupakan. Memutar kembali waktu yang pernah terjadi dalam
hidupmu. Seolah itu baru terjadi kemarin.
Aku pernah! Dulu aku
pernah tergila-gila pada suara saxophone. Bukan karna aku baru mendengarnya,
tapi karna pria yang memainkannya adalah orang yang benar-benar aku sukai. Lagu-lagu
cinta yang pernah dia mainkan untukku, nada-nada romantis yang pernah terurai
lewat alunan saxophone tersebut. Mungkin saat itu aku merasa bahwa hidupku
sempurna. Aku merasa bahwa aku adalah wanita paling bahagia saat itu.
Tak pernah aku
merasakan kisah cinta seromantis itu, itu pertama kalinya dalam hidupku. Entahlah
tapi aku merasa bahwa suara saxophonenya terlalu indah untuk menjadi pengiring
kisah cinta kami. Kapan pun dia memainkannya, perasaanku akan selalu terasa
bahagia. Semarah apapun aku padanya, tapi ketika alunan suara itu mengisi
telingaku, hatiku kembali damai.
Memang adakalanya
ketika kita menyusuri jalan yang bukan milik kita, maka kita akan menemui ujung
yang tak pernah di harapkan. Nyatanya kisah kami berakhir begitu saja. Dan kisah
kami , cerita kami sungguh berakhir. Tapi tidak dengan kenangan itu. Kenangan itu
masih jelas di benakku. Masih menjadi bagian dari memori otakku. Memori indah
yang tak ingin ku hapus.
Tidak! Bukan aku tak
ingin berjalan maju, tapi bagiku tak ada kenangan yang harus ku hapus. Bukan berarti
aku masih berharap banyak pada kisah kami yang lalu. Tapi aku hanya ingin
menyimpannya sebagai tanda aku pernah bahagia dengan suara itu dan dia yang memainkannya.
Maka, ketika tiap kali
aku mendengar suara itu maka aku akan tersenyum dan tak merasakannya sebagai
sesuatu hal yang harus membuatku menangis. Sampai detik aku mengatakan ini
padamu, aku masih mengingat dengan jelas suara itu dan masih membuatku bahagia.
Namun percayalah aku tak mengharap kembali ke waktu itu. Percayalah bahwa
bagiku itu hanyalah tinggal kenangan yang selalu membuat ku tersenyum.
