Tuesday, October 23, 2018

Mirror

"The mirror will always tell you the truth about yourself. Be changed or be proud of it!"

Cobalah Berpaling!!

Biar aku menceritakanmu sesuatu. Tentang masa lalu ku yang sebenarnya buat aku tak percaya diri.

Dulu, aku tak bisa memandang diriku di cermin. Aku tak punya keberanian untuk menghadap dunia. Aku sadar aku tak semenarik mereka yang punya paras cantik dan mereka yang selalu mendapat apa yang diingini. Ya, dan aku pun tak selalu bersikap seperti mau mereka. Tapi selalu aku belajar bersikap tulus dan apa adanya tanpa prasangka. Berharap ada seseorang yang akan melihat ku tanpa penampilan luar ku. Melihat jauh ke dalam lubuk dan mata.

Karna rasa itu, tak selalu ku temukan pria pujaan hati seperti anganku. Lalu lama setelah itu, setelah perjalanan panjang cintaku, singgah di banyak hati lalu kecewa ku sadari ada beberapa mereka yang mencintaiku dengan tulus. Selayaknya inginku. Lucu!! Kali ini terasa lucu, ketika ku sadari kini bahwa dia tak mampu lepas kan aku. Mengapa?? Ya, itu jugalah yang jadi pertanyaanku. Aku yakin aku masih tak secantik mereka yang lain. Akupun masih bersikap seperti dulu, sesukaku!

Lalu apa yang buat dia tak mampu jalani hari tanpa diri ini? Apa aku sekeren itu? Iya, aku memang terlalu keren untuk kau sukai lalu kau tinggalkan. Terlalu keren untuk kau sia-siakan. Berani bertaruh? Lepaskan lah aku, maka akan ada benih penyesalan dalam hatimu. Suaraku akan selalu terngiang di telingamu, dan bayangku masih akan membayangimu. Namun bukan itu inginku! Percayalah, aku terlalu keren untuk tak kau pandang.

Sombong? Aku tak ingin sombong, tapi mungkin memang hatimu melihat ketulusanku. Meski matamu bisa saja tidak, namun aku percaya hati bisa memandang jauh melebihi apa yang mata lihat.

Mungkin itulah hukum kekekalan, menuai untuk apa yang kau tabur. Ingin jadi sekeren aku, jadilah keren dari hati. Jadilah tulus dengan hatimu. Jadilah tulus bagi siapa saja. Aku yakin kau bisa sekeren apa yang kau mau.

Cobalah berpaling dariku, jika saja kau bisa!

Wednesday, October 17, 2018

Menikahlah bersama Hatimu!

MENIKAH!

Idaman setiap orang bukan? Yah tidak semua, paling tidak impian setiap wanita adalah menikah. Akhirnya sebentar lagi aku akan menikah. Bahagia? Entahlah. Aku tak mengerti rasa ini. Awalnya terasa sangat menyenangkan, seperti mendapat sebuah hadiah utama. Rasanya seperti  ingin segera terjadi. Sebulan menjalani masih menyenangkan, memasuki bulan ke 2 mulai terasa hal-hal yang mulai menjengkelkan tapi masih bisa di tolerir. Bulan ketiga rasanya makin menyebalkan. Tapi aku bisa apa? Karna bulan ketiga adalah penentuan akhir tentang keputusan menikah ini. Setelah itu maka aku tak boleh mundur.

Kata orang begitulah menikah, semakin mendekati hari H maka akan banyak masalah yang terjadi. Kali ini masalah kami bukan soal eksternal, tapi dari internal kami sendiri. Ini perkara sikap dan sifat. Aku yang keras kepala di tuntut untuk menjadi lebih lembut. Sangat sulit. Bahkan terlalu sulit bagiku. Bukan, bukan aku tak bisa berubah. Hanya saja dalam waktu sesingkat itu rasanya mustahil. Aku yang terlalu mudah bosan, aku yang terbiasa dengan kebebasan, aku yang sering melakukan hal sesuka untuk diriku sendiri harus meninggalkan itu semua dengan usahaku sendiri. 

Iyah sendiri, aku merasa berusaha sendiri. Aku tak terlalu peka apakah dia membantuku untuk berubah. Beginikah rasanya mau menikah? Terkadang aku menyesalkan ucapanku yang begitu gegabah. Atau aku menyesalkan kenapa hal itu terjadi begitu mudahnya. Mengapa begitu mulusnya semuanya terjadi. Apa memang begitulah yang seharusnya? Tak jarang aku sering bertanya dalam hati “Apa kau yakin akan menikah dengannya? Apa kau yakin bisa menghadapi dia yang seperti ini? Apa kau benar-benar sudah meyakinkan hatimu?

Saat tak ada jalan untuk kembali, tak ada jalan untuk mundur dan ketika semua pertanda tiba-tiba berubah menjadi negative lalu mengarah pada kegagalan dan aku bisa apa kini. Hanya bisa bertahan sambil memperbaiki. Tidak! Ini bukan karna orang ketiga. Ini benar-benar dari internal kami masing-masing. Karna hati ku yang sering kali jadi batu dan dia tak mampu hadapinya. Dan masalahnya kini ada pada diriku. Kebosanan yang ku rasakan karna semakin kesini, dia tak menjadi seperti harapku.
Aku hanya berharap agar hati ini bisa mengerti bahwa tak ada jalan kembali, dan ini lah yang sudah di putuskan. Jika tak punya pilihan untuk menolak maka jalani dengan sepenuh hati. 


Otak : “ Aku tau kau akan mampu hati, aku yakin kau bisa merubah keadaan. Bukankah selalu begitu. Sesakit apapun yang kau rasakan, kau selalu bisa menemukan yang orang lain tak mampu lihat”

Hati : “Akan aku coba, menerima dan menjalaninya dengan tulus.. Tolong ingatkan aku selalu…”

Menikah ternyata tak semudah itu. Menikah tanpa dimulai dengan perasaan yang telah ada lebih sulit dari menikah berdasarkan rasa yang telah lama disana. Diantara dua hati.

Tuesday, October 9, 2018

Erikh Nopendola Saragih

Kali ini aku mau bercerita soal pria yang pernah lama singgah dalam kisahku. Erikh Nopendola Saragih atau yang biasa ku panggil ENOS.

Aku bukanlah seorang yang bisa dipandang ketika pertama kali bertemu dengannya. Aku tak semenarik itu untuk bisa mengalihkan matanya padaku. Aku berjuang 4 bulan untuk menjadi “seseorang” dimatanya. Hingga akhirnya aku menyerah. Namun bulan kelima perjuanganku tak pernah sia-sia. Sejak itulah aku percaya bahwa setiap perjuangan tak pernah membohongi hasil. Kami memulai kisah kami tanggal 12 Februari 2012. Masa dimana dia butuh semangat dan aku butuh seseorang untuk ku semangati. Hanya 4 bulan kebersamaan kami, dan setelah itu kami harus terpisah jarak, aku harus berjuang ditempat yang lebih luas, dan dia harus berjuang dengan kuliahnya yang dia mulai lagi dari 0.

Kami sering kali bertengkar, tapi dari setiap pertengkarang kami semakin kurasakan aku tak ingin meninggalkannya. Entah mengapa aku selalu merasa bahwa dia membutuhkanku. Aku tak tau apakah ini yang sebenarnya atau hanya rasaku. Aku selalu ingin membuatnya tersenyum. Dia selalu berusaha terlihat yang terbaik dimataku. Dia selalu melakukan apapun yang bisa membuatku merasa bangga padanya. Dia selalu berusaha memahamiku. Dia selalu menyayangiku.

Yang ku tau dia selalu berjuang untuk membuatku bahagia. Dia selalu berusaha untuk bersikap bijak. Dia tak mau meninggalkan ku, bahkan ketika aku sudah pergi jauh. Dalam diamnya dia selalu berharap aku kembali dan tersenyum ketika aku akhirnya kembali.

Maafkan aku yang dulu pernah menyakiti hatimu dengan kepergianku.

Berkali - kali aku meninggalkannya, menyakiti hatinya bahkan ketika aku pergi bersama pria lain, entah mengapa dia selalu menerimaku kembali ketika aku tersakiti. Itulah sebabnya aku merasa bahwa dia selalu menyayangiku.

Dia selalu mendoakan yang terbaik untukku. Aku yang memutuskan untuk pergi, dan aku pula yang berpikir untuk kembali dan tetap dia menyambutku ketika aku datang. Dia merelakan aku bahagia dengan yang lain ketika dia tau dia tak lagi bisa buatku bahagia. Bukan karna dia tak mau, tapi ketika seseorang bukan jodohmu, maka sekeras apapun kau berusaha waktu akan membuktikan bahwa bukan dia yang menjadi bahagiamu.

Tak banyak yang ingin aku ceritakan tentangnya disini. Sudah terlalu banyak yang aku tuliskan tentangnya di blog ini. Dia selalu menjadi inspirasiku dalam memilih pria. Bukan, bukannya aku tak melangkah maju, aku pernah mendapat pria yang terbaik kala itu, maka ketika kami tak lagi bisa bersama, dan dia pun akan menjadi standarku untuk menemukan pria yang lain.

Terimakasih Enos, pernah menjadi bahagia ku, menjadi alasan aku tersenyum. Kenangan kita akan selalu tersimpan dalam hati. Bukan untuk membuatku tak dapat melangkah maju, namun untuk membuktikan pada diriku bahwa sejak dulu aku dikelilingi orang-orang yang mengasihiku dan menjadi sumber bahagiaku.

Dulu akupun selalu tulus mengasihi dan mendukungmu.

Aku berdoa untuk kebahagiaanmu, kedua orang tuamu dan mereka yang kau sayangi. Semoga Tuhan akan selalu berada di sampingmu dan menuntunmu di jalan yang benar.

Friday, October 5, 2018

Herald Baxter Parhusip

Lagi pengen nulis tentang “The Man That I Loved Before” di blog ini. Dan kali ini pengen cerita tentang seorang pria yang bernama Herald Baxter Parhusip. Dan menceritakan tentang seseorang disini bukan berarti perasaan saat ini sama seperti yang di tulis. Gini, gini.. Maksudnya adalah mungkin ketika nulis ini rasanya seperti suasana, perasaan, dan cerita itu adalah cerita yang current. Tapi sesungguhnya cerita yang akan ditulis disini adalah cerita masa lalu. Cukup menutup mata, kembali ke masa itu dan semua perasaan akan seperti kembali dan dengan mudahnya menulis semua yang membahagiakan tentang dia. Jadi inilah ceritanya.



Tanpa di sadari ternyata kami sudah berteman di salah satu medsos. Hanya satu kalimat obrolan kami tanpa ada kelanjutan. Dan aku melupakannya, tanpa berpikir panjang dia siapa. Yang ku tau dia adalah junior ku di club yang dulu sempat aku ikuti di kampus. Itupun setelah kelulusan ku dari kampus tersebut barulah dia masuk ke kampusku. Jadi secara fisik memang kami tidak pernah bertemu. Gak pernah terbesit sama sekali bahwa kami akan punya cerita indah lalu kandas.

Yang selalu terlintas dalam benakku adalah hal indah tentang kami, tentang dia tentang memori yang kami lewati bersama. Ada begitu banyak tempat yang kami kunjungi berdua. Tanpa rencana kadang, dan tempat baru yang bahkan kami tak punya ide dimana letak tempat itu. Tapi selalu menyenangkan bepergian bersamanya. Dia selalu berusaha menjagaku kapanpun dan dimanapun. Menyemangati ku ketika jalan itu terlalu sulit, membuatku tersenyum meski kadang cuaca tak bersahabat. Aku selalu menemukan hal indah di balik setiap keresahan dan kesulitan yang kami hadapi.

Hingga kemudian dia menyerah dengan dirinya sendiri dan pergi karna keadaan. Meninggalkan ku disini sendiri. Akan ku ceritakan apa yang aku suka tentangnya. Dia seorang yang mudah sekali bersahabat. Ketika akhirnya kami bertemu di bahwa tenda malam itu. Dia tidur disebelahku. Hanya tau panggilannya “Ucip” *entah apa artinya* , aku mulai mengobrol dengannya. Mendengarkan lagu-lagu kesukaannya yang masih ku ingat sampai sekarang “Lost Star - Adam Lavign”. iyah kami nyaris mendengarnya berkali-kali. Dan sudah pasti membuatku terngiang-ngiang akan lagu itu. Tiap kali ku dengar lagu itu, maka dirinya lah yang terlintas dalam pikiranku. Sampai detik ini!


Tempat yang kami kunjungi bukanlah tempat tongkrongan anak muda zaman sekarang. Kami menghabiskan waktu untuk naik gunung, ke tebing keraton, ke curug *yang mungkin tak ada yang minat mengunjunginya* , tapi kami pergi kesana. Iya, tanpa dia mungkin aku tak akan pernah kesana. Dia selalu menyemangati ku setiap kali jalan terjal ada didepan mataku. Dan dia memujiku ketika aku berhasil melewatinya. Dia memberiku cerita lucu ketika aku mulai kesal lalu aku tertawa. Dia memberiku dongeng sebagai pengantar tidurku. Dia memberiku ruang berimajinasi. Berimajinasi bersamanya sungguh menyenangkan. Dia membela ku bahkan ketika aku tak pantas dibela. Dia memberiku puisi dan lagu. Dia tak banyak menceramahiku, dia tak suka menasehati ku tapi dia selalu membuat aku berpikir tentang hal yang ku lakukan. Dia tak selalu disampingku, terkadang dia membiarkanku untuk bersosial dengan yang lain. Ketika aku bersama temanku dia memberiku waktu dengan mereka dan menanti dengan sabar. Lalu kami akan habiskan waktu bersama tanpa mengeluh tentang temanku.

Dia meminta saran dan pendapatku, bahkan untuk hal sepele. Aku menyukainya dalam setiap hal kecil yang dia berikan padaku. Dia tak pernah marah ketika aku meninggalkannya sendiri, karna dia tau aku akan kembali. Tidak, dia tidak sempurna. Tapi yang pasti aku bahagia bersamanya.

Tapi mungkin memang aku bukan takdirnya. Itulah sebabnya perpisahan ini terjadi. Aku tak tau apa aku adalah bahagianya. Namun aku berharap agar momen bersamaku adalah juga kebahagiaan buat dia. I wish you the best Pangeran Matahari, Terimakasih pernah membuatku tersenyum dengan tiap tingkahmu dan perbuatanmu. Percayalah saat itu, bahagiaku bukan pura-pura.

Gelsey Ranya Samosir

Happy Birthday boru Pudan! Gelsey Ranya Samosir..  Namanya berarti Bunga yang menyenangkan. Dengan doa yang mengiringi semoga dia kelak mene...