Friday, March 30, 2018
Surat
Thursday, March 29, 2018
Eben Haezer Silaen
Di lift lantai 1 menuju kelantai 4. Awal aku melihatnya dan muncul pertanyaan : "Siapa dia?". Seperti ada sesuatu yang menarik darinya. Dan aku tak butuh banyak alasan untuk menyukai seseorang. Ketika hatiku berkata aku suka, maka aku akan menyukainya. Tapi aku tak berharap banyak untuk lebih jauh, karna bisa saja itu pertemuan pertama dan terakhir kami. Jadi aku melupakannya.
Pengecut yang hanya mampu memandang dari jauh, menyukai dari tempat dimana dia tidak menyadariku. Aku pecundang yang tak bisa berjuang demi sesuatu yang sangat aku inginkan. Aku terlalu lemah hingga aku kalah sebelum berperang. Perasan itu masih sampai saat ini, namun entah dia akan mengerti itu atau tidak, aku tak tau. Aku hanya ingin tau apa yang dia pikirkan tentangku. Tidak, aku tak hanya ingin itu. Akupun ingin dia menyukai ku. Meski aku tahu itu mustahil.
Thursday, March 22, 2018
Hari-hari Terakhir
Menjelang hari terakhir dikantor ini rasanya biasa aja sih. Tapi pengen banget ninggalin kantor ini dengan menyenangkan. Pengen tetep di inget sama mereka yang masih stay disana. Sisa 2,5 minggu lagi.
Planning nya apa? Belum jelas sih. Tapi ada beberapa, cuma belum tau mana yang mau dilakukan. Mungkin bisa dimulai dengan refreshing dulu. Baru memperbaiki pola makan, pola tidur, check up dan lain-lainnya.
Mungkin sekarang gw mau ngeliat apa aja yang bisa gw lakuin setelah ini.
1. Keluar kota selama seminggu.
2. Mulai belajar tidur cepet dan bangun cepet.
3. Menjaga pola makan dan jenis makanan yang di makan.
4. Olahraga rajin.
5. Ikut KPA
6. Perbaiki cara belajar Alkitabnya.
7. Harus rajin baca buku Roh Nubuat.
8. Coba bikin kreatifitas
9. Belajar menjahit mungkin.
10. Ngedekor kosan
11. Ke perpustakaan kota.
12. Cari jodoh
13. Kayanya bisa nge apply ke mission nih..
14. Belajar masak.
15. Merajut!
Yang paling penting harus rehab dulu secara fisik. Kalo udah sehat, pasti bisa ngerjain smua yang di atas. Semangat Gie!!
Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah meneringkan tulang.. :)
Wednesday, March 7, 2018
Move On itu Susah
"Jangan rindu! Berat, kamu gak akan kuat. Biar aku saja.."
Mungkin Dilan benar, apalagi kalo rindu sendiri. Ngebayangin dia gak rindu juga. Ngebayangin cuma aku yang punya rasa ini. Sesak. Pedih. Sakit. Karna perasaan yang sepihak sangat menyakitkan. Disaat dalam hati ini hanya dia, tapi dihatinya tidak ada aku. Dan yang lebih menyakitkan adalah ketika dia membiarkan jatuh semakin dalam dengan perasaan sendiri ini.
Tapi diatas semua itu yang berat adalah belajar move on. Kenapa sulit, karna belajar move on itu sendiri. Belajar move on itu dilakukan sendiri, jadi beban sendiri. Ngelihat dia sudah bahagia disana sementara hatiku masih terpuruk jatuh, itu makin menyulitkan untuk berpindah hati. Seolah berpikir bahwa yang cinta hanyalah ku seorang, dan dia tidak. Belajar untuk move on itu gak cukup cuma sehari. Kata orang waktu yang diperlukan untuk move on adalah setengah dari masa hubungan itu sendiri. Tapi itu katanya. Kenyataannya kadang tak sesuai dengan hasil analisis mereka.
Satu yang membuat belajar move on itu sulit. MERELAKAN!! Move on hanya soal merelakan kenangan indah jadi masa lalu yang tak perlu disesali. Tapi jika merelakan semudah itu, maka tak akan tercipta lagu cinta yang menyakitkan. Merelakan bukanlah sifat alamiah manusia. Merelakan dan pasrah tak pernah jadi sifat alamiah ku. Belajar membiarkan dia pergi, belajar merelakan dia lebih dulu menemukan penggantiku. Belajar tersenyum dikala dia bahagia. Belajar berserah bahwa dia memang bukan untukku.
Move on itu butuh proses. Proses yang melibatkan logika dan hati. Proses yang tak cukup sehari. Proses yang cukup menguji kesabaran. Tapi cepat atau lambatnya proses itu berjalan tergantung dari hati yang siap pasrah atau tidak. Proses ini akan memberi hasil yang indah jika aku siap pindah.
Move on itu sulit jika memang pada dasarnya hati tak ingin pindah. Itu hal yang paling sulit jika dalam hati kecil masih bersikeras untuk menahan semua emosi yang tersimpan dalam. Cukup pasrahkan dan relakan kenangan indah itu. Semua akan terasa lebih mudah dan kenangan Itu akan jadi album terindah tanpa ada penyesalan dalam hidup.
Semangat Gie!!
Thursday, March 1, 2018
M. Fanani Gamestya Moerad (Part 2)
- Baik
- Perhatian
- Peka
- Royal
- Gak suka ngeluh
- Suka bercanda even sometimes pun bisa juga serius
- Penyayang
- Setia
- Periang (kadang-kadang)
- Bertanggung jawab.
M. Fanani Gamestya Moerad
Gelsey Ranya Samosir
Happy Birthday boru Pudan! Gelsey Ranya Samosir.. Namanya berarti Bunga yang menyenangkan. Dengan doa yang mengiringi semoga dia kelak mene...
-
Dear Gwen.. Pernah seseorang bilang ke mama, kalo ulang tahun yang pertama harus dirayain spesial. Karna banyak bayi yang gak bisa melewati ...
-
Aku duduk terdiam di kursi penonton di Lapangan Basket. Entah apa yang terlintas di pikiran ku. Aku hanya merenung, apakah ini adalah saat...
-
Untuk Pria yang pernah berbagi kisah denganku Selamat sore, Aku hanya ingin menyapamu melalui surat ini. Dan aku juga ingin menyampaikan...