Saturday, August 31, 2019

Lelah Hati

Hallo baby.. Selamat sabat! Gimana kamu disana? Is everything fine? I hope you do.
De, mama lelah dengan keadaan gini. Boleh gak ini semua segera berlalu? Mama ngadu ke kamu, padahal kamu ngerti aja belum yah nak. Tau gimana situasinya juga enggak. Tapi rasanya mama makin cengeng deh de, akhir-akhir ini. Sensitif, baperan, pendiem, gak bisa bawel, ngerasa selalu salah. Udah kasian belum de?
Berapa tahun lagi lah yah, baru kamu bisa baca dan ngerti cerita mama ini. Mungkin masih 17 tahun lagi de! Siapa tau Yesus udah datang. Yaah, kamu jadi gak bisa baca lagi deh ini. Gpplah.. Lagipula mama cerita disini bukan biar kamu baca, tapi biar yang ada dalam hati mama ini keluar semua dan gak jadi beban buat pikiran mama. Mama tuh kalo kebanyakan yang dipikirin nanti jadi sakit, trus kamu jadi terpengaruh. Habisnya mama juga lagi gak punya temen curhat, jadi curhatlah disini. Orang lain de? Enggaklah, blog mama mu ini kan gak terkenal. Jadi siapa juga yang mau baca-baca.
De, mama lagi di KRL nih. Nanti kalo kamu udah lahir, mama ajak jalan2 keliling jabodetabek naik kRL. Tapi kamu gak boleh heboh sendiri, gak boleh nakal atau susah di bilangin yah.. Nanti mama tinggal di kereta.
De, kita sama-sama berjuang yah. Kamu berjuang disana supaya sehat dan baik-baik aja. Mama berjuang supaya apapun situasi mama, gak akan bikin kamu jadi kena dampak buruknya. Mama bakal berusaha untuk tersenyum dan bahagia. Iyah de, kamu tau dengan senyum aja bisa ngurangin beban sedikit.
Pokoknya, mama tunggu kamu di dunia ini. Paling gak, kalo kamu udah lahir, mama kan punya temen ngobrol. Udah gak bakal ngobrol sendiri kan de?
Btw de, semalam mama mimpi kalo gigi mama copot. Siapa yang mau meninggal yah de..? Semoga semua baik2 aja yah..
See you soon baby.. 

Saturday, August 24, 2019

Menangis di Keramaian

Menangis di keramaian. Tak akan ada yang peduli. Mereka hanya akan sebatas menatap lalu bertanya-tanya. Atau merasa kasihan mungkin.

Lalu kau akan merasa bodoh. Karna mereka tertawa dan kau menangis. Karna mereka bahagia dan kau bersedih.

Kemudian berpura-pura tersenyum seolah tak terjadi apapun. Padahal tiap kepala melihat derai air matamu yang sesekali terjatuh lalu kau hapus cepat, berharap tak ada yang menyadari.

Mencoba tampak tegar dalam situasi yang sulit ini. Dan kau berharap apa?

Tak ada! Aku hanya tak punya tempat untuk menangis. Tak punya bahu untuk bersandar. Kata mereka, hidup harus tetap berjalan. Itu sebabnya aku tak berhenti di stasiun lalu menangis. Aku memilih naik dan menangis disana. Karna di sisi lain aku yakin, tak ada yang peduli dengan tangisanku.

Rasa Sesal

Jangan buat aku menyesal pernah meminta pertolonganmu.

Jika ternyata bantuanmu hanya akan buatku merasa bersalah.
Jika ternyata permintaanku justru menyulitkanmu.

Jangan. Jangan lagi.

Cukup satu kali ini saja rasa sesal hampiri otakku.

Percayalah, tak akan lagi. Meski kau memaksa, tapi cukuplah untuk kali ini saja.

Monday, August 19, 2019

Curhat (lagi)

Udah sepekan dan suasananya masih kaya gini. Gak tau kenapa, perasaan ini jadi lebih banyak terpendam. Otak sama hati gak punya pemikiran yang sama. Lalu yang terjadi adalah ego yang lebih kuat antara hati dan otak.

Tapi biasanya otak yang menang saat kaya gini. Logika itu selalu berkuasa, meski kadang dia juga lemah dan terabaikan.

Gak ada tempat buat hati mencurahkan semua, dan kemudian logika mengusulkan untuk menulis apa yang tak tersampaikan.

Aku ingin menyerah, lalu apa? Ingin pasrah, tapi terasa sakit. Ingin diam, namun mulut tak selamanya bisa tertutup. Sampai kapan mau begini? Sampai hati sudah lebih tabah dari ini. Sampai mata bisa menahan uraian air mata. Sampai aku tak mampu lagi dengan semua ini.

Aku yakin pada saatnya nanti, semua akan berubah. Entah kembali seperti dulu atau memulai dengan yang baru.

Boleh aku tertidur sejenak, dan mengakhiri semua ini? Bangun sewindu kemudian dengan sesuatu yang tak lagi begini.

Ahh.. Entahlah. Menuliskan nya saja aku tak paham. Menceritakan apa yang di gelisahkan hati, sungguh jari tak mampu. Pikiran kacau. Benar-benar ingin pergi lalu melepas penat atas semua ini. Bisakah..?

Bangunkan aku dari kenyataan yang terasa seperti mimpi ini. Atau tidurkan aku agar aku bisa merangkai hidup dengan mimpi indahku. Bukankah mimpiku selalu menyenangkan? Jadi, apa boleh aku tinggal sejenak dalam mimpiku?

Tuesday, August 13, 2019

Gak Bisa Tidur

Hi Baby..

Sekarang kalo mau curhat, nyebutnya baby.. Padahal mah dia juga belum bisa liat ini..

Mama mu ini lagi tak bisa tidur nih! Apa gara2 seharian udh bobo, jadi malem nya begadang gini yah..
Kamu jangan ikutan bangun donk de.. Ini kan malam, harusnya kamu bobo.. Jangan ikut2an mama de..

Hari ini mama gak banyak ngajak kamu ngobrol yah, kadang mama bingung juga sih mau ngobrolin apa.. Bawaannya pengen curhat, nanti kamu jadi galau pula didalam. Belum juga lahir, udah mendengarkan keluh kesah hidup.

Kalo mama ngomong dalam hati, kamu denger gak de? Katanya sih, bayi dalam perut itu bisa mengerti isi hati ibunya. Yah, semoga lah yah kamu tau isi hati mama.. Tapi yang paling penting itu bikin kamu bereaksi dengan suara dari luar sini. Makanya mama kudu ngajak kamu ngobrol..

Nanti pagi masak apa yah.. Padahal mah, mama juga cuma bisa masak yang itu-itu aja yah.. Hehehe

Kamu sehat kan de? Selalu semangat yah de.. Gak apa2 kok banyak gerak, asal gak malem gini.. Malem itu waktunya kita bobo yaah..

Selamat malam baby..
Mama loves you..

Monday, August 12, 2019

Terdiam!

Pada akhirnya, aku memilih untuk diam dan memendam semuanya sendiri. Karna kadang seringkali terbesit dalam pikiran bahwa bicarapun tak ada gunanya.
Lalu, apa aku salah ada dalam dilema ini?
Ketika menangis sendiri adalah satu-satunya hal yang bisa bantu ku meluapkan beban ini. Maafkan aku jika caraku tak berkenan. Ampuni aku yang mungkin salah membuat pilihan.
Namun, sebelum kau menghakimiku, bukankah harusnya kau paham ulah siapa yang buatku begini!
Deraian air mata yang menyembabkan kelopak mataku, isakan tangis yang tertahan di kerongkonganku menjadi alat buatku tenang. Lalu kemudian diam adalah langkah berikutnya, karna manusia lebih suka bicara daripada mendengar. Maka aku memilih diam dalam kelu dan sakitku.
Iya! Lebih baik begini. Tak semua orang peduli rasamu. Tak banyak yang mau mengerti hatimu. Cukup tunjukkan apa yang orang lain ingin lihat darimu. Lalu kemudian aku akan tenggelam dalam sesak dan gelap amarah yang tak pernah terluapkan.
Toh, tidak ada yang peduli tentang sakitmu! Lalu buat apa mengumbar!

Sunday, August 11, 2019

24 Weeks

Hi again baby..

Maafkan mama mu ini yang masih suka labil sama emosinya. Sensitifnya yang belum bisa berkurang, masih cengeng. Pengen banget kamu cowo, tapi ngeliat keadaan mama yang kaya gini, jadi khawatir kamu bakal jadi cowo yang sensitif dan cengeng kaya mama.

Baby! Mau kamu cewe atau cowo,  mama cuma berharap dan berdoa kamu jadi orang yang selalu ceria, kuat, tangguh, dan tegar. Kalo nanti kamu bertumbuh, mama akan berusaha untuk selalu ada buat kamu. Kamu gak harus sedih sendiri, susah sendiri, menanggung apapun sendiri. Mama akan usahain kamu gak akan ngerasain apa yang mama rasain.

Please baby! Trust in me for everything. Ceritain sama mama yah. Kamu gak boleh segan2 sama mama.

Kita bisa senang2 berdua, jalan2 berdua, pokoknya apapun yang bisa bikin kamu nyaman untuk ngobrol semuanya sama mama.

Baby, jadilah orang yang ceria tulus dari hatimu yah. Itu setidaknya bisa ngurangin beban berat kamu.

See you in the next 3 months baby..
Grow up well. Btw, mama laper pake banget saat ini..

Gelsey Ranya Samosir

Happy Birthday boru Pudan! Gelsey Ranya Samosir..  Namanya berarti Bunga yang menyenangkan. Dengan doa yang mengiringi semoga dia kelak mene...