Wednesday, September 30, 2015
Bukan Untukku, tapi Untuk Bangsamu
Thursday, September 24, 2015
Sahabat, Kata Mereka
Wednesday, September 23, 2015
Untitled
Yang terjadi biarlah terjadi,
Tak perlu ada keluh dalam hati
Biarkan angin yang bawa mereka pergi
Biarkan bintang menari
Tepiskan kelabu di langit malam ini
Kembalikan pelangi
Dan tepis setiap hujan yang mengiringi
Kemudian nadi kembali sunyi
Dan senyum pun menyaingi
Jiwa yang damai kini..
Jakarta, 23 September 2015
Rindu Sebatas Pulsa
Hanya berjumpa via suara;
Namun ku slalu menunggu saat kita akan berjumpa..”
LDR? Apa itu LDR? LDR adalah singkatan dari Long Distance Relationship, ini adalah hubungan jarak jauh. Yang artinya juga berarti dua orang yang saling berhubungan namun terpisah oleh jarak yang tak dapat ditempuh dalam waktu singkat. Yap, itu adalah hal yang gw rasain sekarang. Berhubungan sama seorang cowo tanpa bisa ketemu setiap hari. Susah? Sangat!! Kadang hal yang bikin kesel adalah ketika waktu kami gak sama. Waktu senggang kami beda, dan alhasil menumpuk rindu sampai waktu meluapkannya tiba. Kapan? Gak ada yang tau!
Terus gimana bisa bertahan? Di jaman sekarang gak ada yang gak canggih. Kalo jaman dulu cuma bisa liat tulisan dan itupun benar-benar harus menumpuk rindu sekian karung. Sekarang tinggal buka HP kirim pesan singkat, atau telepon atau bisa juga sama yang namanya Video Call. Karna jaman sudah terlalu canggih, makanya semua serba bisa. Jarak pun tak pernah jadi masalah. Bahkan untuk mereka yang terpisahkan pulau atau negara dan tak terkecuali benua, semua itu tak akan menghalangi kisah kasih mereka yang berjauhan.
Hanya aja ada satu masalah, semua memang sudah canggih. Ponselpun sudah sangat pintar, tapi menurut gw Smartphone ini tidak akan bisa benar-benar berfungsi kalau gak ada PULSAnya. Karna yang mengatur itu pulsa, cost yang kita gunakan disini sebagai pengganti ongkos pertemuan. Tapi kan pulsa ini jauh lebih murah dibandingkan dengan ongkos. Nah jadi kebutuhan orang-orang yang LDR-an adalah PULSA MURAH. Dimana selayaknya prinsip ekonomi mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya dengan biaya yang sekecil-kecilnya.
Pengalaman gw adalah ketika pulsa gak ada, rindu ini benar-benar mengganggu karna gak ada yang bisa ngobatin kecuali suara dia yang jauh disana. Dan yang lebih parahnya adalah pulsa gak ada, uang di tangan sekarat dan gak ada pertolongan yang bisa diandalkan. Berusaha sampai malam mencari cara supaya pulsa ini terisi. Ngecek mobile banking berkali-kali, padahal mah isinya juga gak bakal nambah. Cuma bisa berharap pada PULSA MURAH JAKARTA yang mungkin aja gak ada. Karna semua di Jakarta serba mahal. Dalam keadaan sekarat gini, yang biasanya masih terjangkau yah nyari temen yang jual PULSA ELEKTRIK. Kenapa temen, karna cuma ke dia yang bisa TU dulu alias ngutang.
Mulailah otak berpikir siapa yang jual PULSA ELEKTRIK JAKARTA yang murah. Sampai akhirnya ilham itu datang dan muncullah satu nama dan langsung aja minta di isiin pulsa. Gak lupa dengan nada rada melas (memohon belas kasihan) supaya diizinin bayarnya nantian aja habis rejeki datang. Dan sebelum tengah malam pulsa sudah sampai.
Dan akhirnya pulsa terisi, dompet terselamatkan dan rindu terluapkan. Gak ada yang dirugikan kok disini. Tapi rasanya LDR-an gak pake pulsa itu kaya udah gak ketemu bertahun-tahun atau terjebak di hutan pedalaman sendirian. Dan pasti pengen nangis berhari-hari *lebay sih ini*.
Eh, siapa sih yang punya ide bikin pulsa dan sejenisnya ini? Pengen deh ketemu orangnya trus bilang makasih banget untuk bikin jarak tiada berarti, dan rindu selalu terobati. Pengen bilang juga kalo bukan karna dia mungkin gw gak akan pernah memilih untuk LDR-an.
Jadi rinduku hanya sebatas pulsa. Rindu ini bakal selalu terobati dengan adanya pulsa murah yang ditawarkan sama para penjual pulsa. Rindu sebatas Pulsa.
Monday, September 21, 2015
Untuk Priaku yang Terpisah Jarak dan Sedang Berjuang dengan Skripsinya
Perjuangan yang kau lakukan ini untuk dirimu di depan nanti sayang.
Perjuangan ini pun kau lakukan untuk orang tuamu.
Selangkah yang menyiksa tapi takkan kau sesali
Berjuanglah untuk menghapus jarak yang memisahkan kita
Berjuanglah demi penantianku yang masih ku pertahankan
Selamat Malam Pangeran Matahari
Tak serupa kala awal kita jumpa
Saat aku mengenalmu pertama
Sejenak lupakan gundah yang merana
Tiap aku dan kau bersama
Tiap kali kita berdua
Hangatmu berikan senyum merona
Butiran cahaya yang pancarkan cinta
Juga warna yang bangkitkan asa
Coba pejamkan mata
Rasakan kau dalam gulita
Kicau indah berbalasan mesra
Bersenandung dalam gendang telinga
Iringi langkah yang beranjak keperaduan jiwa
Harum kehijauan amat terasa
Hidupkan suasana yang ada
Berharap kau tak akan kemana
Temani hati yang sedang berkelana
Kau memang berbeda
Karna akupun tak sama
Drama cinta dan hidup yang berkuasa
Layukan asa dalam jiwa
Namun kau beri aku tawa
Dalam tiap titik cahaya
Kau beri aku cinta
Di tiap pelukan hangat menyapa
Terimakasih untuk masih disana
Untuk selalu indah dan berwarna
Untuk hangat dan tawa serta cinta
Juga asa yang tak pernah terlupa
Selamat malam pangeran Matahari
Aku masih akan disini
Menanti kau akan kembali
Beri aku kedamaian hati...
Jakarta, 20 September 2015
Tuesday, September 1, 2015
Keluh Kesah Kalbu
Apa aku harus memutar waktu kembali ke masa lalu, agar kau sudi memandangku?
Apa aku harus hilang ingatan agar kisahku tak lagi kau pedulikan?
Apa aku harus mengubur jauh perasaanku agar curigamu tak mengusikku?
Apa tangisan pedihku perlu ku perdengarkan agar kau dapat hiraukan mereka?
Atau perlukah aku hapus sejarah agar senyummu tersirat untukku?
Sekotor itukah aku di depanmu, hingga aku tak layak di pandang matamu?
Sehina apa aku, hingga bahagiaku kau pertanyakan?
Layakkah aku tertawa di benakmu?
Sejenak ingin aku tinggalkan semua keluh ini dalam kalbu dan tenggelamkan semua dalam palung jiwa..
Hanya saja itu terlalu dangkal hingga kau mampu temukan semua yang ingin aku sembunyikan.
Lalu aku harus apa?
Mengapa tak kau izinkan aku bahagia?
Mengapa tak kau relakan aku tertawa?
Mungkin lebih baik aku berlalu..
Berlalu dan lupakan saat dulu..
Mungkin aku harus menghilang
Agar tak lagi kisahku berkumandang..
Bukan lebih baik bila aku menepi, daripada membela diri?
Biar saja tak kurasakan bahagiaku di sini, asalkan kau tak lagi bicarakan perih hati ini..
Aku pergi, bukan tak berani membela diri, hanya mungkin aku terlalu perih dan tersakiti kali ini..
Gelsey Ranya Samosir
Happy Birthday boru Pudan! Gelsey Ranya Samosir.. Namanya berarti Bunga yang menyenangkan. Dengan doa yang mengiringi semoga dia kelak mene...
-
Dear Gwen.. Pernah seseorang bilang ke mama, kalo ulang tahun yang pertama harus dirayain spesial. Karna banyak bayi yang gak bisa melewati ...
-
Aku duduk terdiam di kursi penonton di Lapangan Basket. Entah apa yang terlintas di pikiran ku. Aku hanya merenung, apakah ini adalah saat...
-
Untuk Pria yang pernah berbagi kisah denganku Selamat sore, Aku hanya ingin menyapamu melalui surat ini. Dan aku juga ingin menyampaikan...