Tuesday, February 24, 2015
Untuk Pos Cinta
Aku gagal lagi, aku gagal lagi tahun ini. Entah berapa tahun aku harus mencoba agar aku berhasil menjalani sebulan bersamamu. Aku mengumpulkan semua asaku demi ini, aku ingin menjalani 30 hari ini denganmu. Aku ingin menuliskan tiap kisah untuk mu. Namun mengapa aku selalu gagal? Aku selalu menyerah di tengah jalan. Aku terkecoh dengan hal lain yang kadang tak bisa ku tinggalkan untukmu. Dan ketika aku terjatuh, bekas luka itu membuatku merasa terlalu buruk untuk menyambung kembali.
Luka itu mengalahkan setiap asa yang mengalir dalam darahku. Aku terlalu malu untuk memulai kembali. Aku terlalu tinggi hati untuk mengulang semuanya. Aku terlalu sulit memaafkan diri sendiri. Maafkan aku untuk semua yang telah terjadi di antara kita..
Entahlah, apa waktu akan memberiku kesempatan sekali lagi untuk mengulangi semuanya. Kemudian menggenapi 30 hari denganmu. Kesempatan mungkin datang, tapi apa kau akan mengizinkanku untuk bersamamu lagi saat aku mencoba kembali? Apa kau masih sudi bertemu dengan ku lagi, membaca tiap tulisan hati yang terukir dalam di tiap suratnya?
Aku hanya berharap bisa mengulang waktu dan memulai kembali dan tak melakukan kesalahan ini lagi. Aku hanya berharap bisa merendahkan hatiku dan mau memulai lagi meski aku mungkin akan terjatuh lagi.
Aku tetap ingin selalu bersamamu selama 30 hari, dan aku benar-benar ingin menggenapi semuanya. Berikan aku kesempatan lagi di masa mendatang.
Hari ini hari ulang tahunku, aku ingin kau tau bahwa hari ini dimana usiaku bertambah satu tahun lagi dan dari dalam hatiku yang paling dalam aku ingin selalu menunggu saat kau akan datang.
Friday, February 20, 2015
Happy Wedding Agnes and Vinci
Tepat tanggal 15 February 2015 sehari setelah Valentine Day, sahabat gw yang satu ini mengakhiri kisah pacarannya di pelaminan. How happy I am to see that now she is a wife not just a girlfriend anymore. Kami sebagai anak gank (AG) nya, akhirnya bikin baju yang kembaran supaya kami kelihatan beda di acara nanti dan nunjukin betapa senangnya kami karna akhirnya ada salah satu dari kami yang menikah.
Perjalanan kami di mulai dari hari Sabtu subuh, kebetulan AG kami yang lain ada yang punya mobil, jadilah kami pake mobil dia ke Bandung tercinta -tepatnya UNAI- dan berhubung kami belum ada yang berani nyetir mobil ke Bandung akhirnya kami mengimpor supir dari Bandung. Selama perjalanan yang biasanya kami ini tukang tidur, tapi mungkin karna kami lagi ngumpul semua maka itu berefek ke keributan yang kemudian membuat mata kami melek. Padahal kami udah tidur telat dan bangun subuh loh disitu.
Apalagi hobi kami adalah :


Yap.. NARSIS. Hobi kami itu foto-foto, apalagi kalo udah ramean. Kami mah doyan banget ama yang beginian.
Akhirnya sampailah kami di UNAI, mantan kampus kami tercinta. Ketemu sama calon manten trus siap-siap buat ke gereja. Setelah siap gak lupa kami buat mengabadikan moment itu lagi..
Kebetulan kami ketemu sama Dosen kami waktu disana. Jadi ini juga harus di abadikan.
![]() | |
| Bareng sama Sir Sinabutar |
Kemudian hari H datang dengan sangat cepat. Minggu pagi kami bangun subuh lagi langsung make up ama tukang makeup nya, mandi, beres-beres, trus setelah siap kami ikut acara seserahan di rumah keluarga pengantin cewe.
Ini kami belum lengkap orang-orangnya. Yang lengkapnya gak bisa gw temuin, entah ada dimana. Cantik kan bride kami? Setelah dari sini kami lanjutkan dengan acara Wedding Ceremony di chapel. Acara pemberkatan untuk dia dan semuanya. Disini sih lebih berasa pengen nangisnya daripada resepsi. Karna di sini suasananya lebih mendramtisir gitulah.
Ini adalah momen sakral banget. Dimana pendeta bakal menumpangkan kedua tangannya di kepala mereka dan mendoakan mereka serta mengesahkan mereka menjadi suami-istri. Setelah itu biasanya ada sungkem sama orang tua, disini lah momen paling mengharukan yang bikin semua orang mewek. Sayangnya disini gw ikutan nangis. Jadi gak sempet buat ngefotoin.
Setelah dari sini lanjutlah kami ke gedung resepsi, tapi bisalah yah fotoan dulu sebelum berangkat ke gedung.
Setelah sampai di Gedung Cimahi Convention Hall, masuklah pengantinnya dengan pakaiannya yang lain.
Thursday, February 12, 2015
Hari Ini Hari Kita
Harusnya hari ini kalimat di atas keluar dari mulutku untukmu. Tapi nyatanya tidak, hari ini ku lalui seperti hari biasanya. Memang terlintas di pikiranku tentang ini, tapi aku tak mungkin menyampaikannya untukmu, mantan kekasihku. Hari ini harusnya aku bahagia karna bisa melewati dan bertahan selama 3 tahun denganmu. Sebuah perjuanganku untuk berjalan sejauh ini dengan penuh tantangan yang kadang sering buatku terjatuh, namun kisah ini sudah lama berakhir.
Tanggal 12 kita sudah lama berakhir, sekitar satu tahun yang lalu. Ketika kau memutuskan cerita kita tepat setelah kita merayakan hari jadi kita yang ke dua. Sakit itu masih terasa jika aku mengingat hal itu kembali. Tapi sekarang aku sudah cukup tegar untuk menyaksikan siaran ulang kejadian saat itu. Dan ini berarti menjadi tanggal 12 pertama kita tak bersama.
Aku mungkin merindukan kisah kita yang lama. Kadang pun aku ingin mengulang dan merubah jalan cerita kita itu dan sesaat aku tersadar bahwa waktu tak pernah ingin kembali meski aku merangkak mengemis dikakinya.
Aku bisa jadi berharap bahwa semua ini hanya mimpi dan ketika aku terbangun kita masih baik-baik saja. Tapi pada kenyataannya bumi tak pernah berhenti berputar hingga biarkan aku terlelap dalam mimpi terlalu lama. Langit telah sejak lama membangunkan ku. Mentari pun menyatakan bahwa ini bukan mimpi.
Iya, aku tau semua takkan terulang. Jika memang saat ini perasaanku masih seperti yang dulu yang perlu aku lakukan bukanlah meminta waktu berjalan mundur. Yang bisa aku lakukan adalah menulis kembali cerita kita yang baru. Merangkai kisah tanpa memikirkan masa lalu. Memulai perjalanan di jalan yang baru meski dengan kamu yang sama.
Mungkin aku akan melakukan itu, jika waktu mengizinkan kita bersama. Barangkali ini akan menjadi cerita terkahirku untuk selamanya. Barangkali mentari dan bulan akan disana tersenyum pada ku karnamu. Bisa saja waktu akan menunjukkan mu sebagai jalanku. Dan ketika waktu itu tiba, aku tak akan biarkan jalan itu berakhir.
Musik Gereja
Tuesday, February 10, 2015
Untuk Sang Pujangga
Aku mengagumi tiap kata yang kau rangkai jadi kalimat
Aku memuja kalimat yang kau persatukan jadi paragraf
Aku memuji tiap paragraf yang kau rajut menjadi sebuah cerita
Aku terpesona akan makna yang kau ungkap di dalamnya
Aku sering merasa begitu bahagia atas tulisanmu,
tak jarang pula aku tersakiti dalam cerita tulisanmu
Setiap kata mengartikan semua inginmu,
memberitahukan semua keluhmu, semua bahagiamu
Aku terlalu takjub atas goretan yag kau torehkan di kertas putih itu
Tinta hitam yang tak terlihat penting begitu sangat berarti di jemarimu
Kertas putih yang tak bernyawa menjadi hidup dari sudut pandangmu
Aku selalu memuji tiap titik yang kau tuliskan
Aku sering berkhayal andai aku jadi alasan di balik ceritamu
Aku menjadi makna terpendam dalam tiap syairmu
Biarkan aku menjadi objekmu
Biarkan aku menembus imajinasimu
Izinkan aku memasuki ruang memorimu
untuk tau lebih dalam tentang hatimu
Hei pujangga, aku terlalu mengagumi dan aku ingin sepertimu..
Monday, February 9, 2015
Untuk Kamu yang Bukan Untukku
Hey kamu Pria yang pernah mengisi hatiku untuk beberapa saat. Pria yang sempat jadi alasanku untuk tertawa. Pria yang dulu jadi semangatku untuk menyambut pagi. Pria yang kala itu temaniku menanti bintang. Pria yang ingatkan aku betapa indahnya jatuh cinta. Hanya saja itu semua kini menjadi masa lalu untukku.
Aku tak tau apa yang salah dalam kisah kita. Aku belajar menulis kisah yang aku inginkan, tapi ada tangan lain yang menulis dalam buku kisah kita. Hingga kemudian kisah kita berubah tak seperti yang aku harapkan di awal. Kemudian aku mencoba merobek bagian yang ditulis oleh tangan ke tiga itu, dan seperti yang kau tau bekasnya masih tersisa dibuku itu. Dan masih berpengaruh pada kisah yang ku tulis kembali.
Aku berusaha menulis bab baru untuk cerita kita, tapi mungkin kau tak seperti pemeran yang ada di awal buku kita. Mungkin aku juga begitu, tak sama lagi dengan aku di awal cerita. Tapi aku berusaha untuk itu, berusaha mengembalikan cerita kita ke jalan yang seharusnya. Hasilnya? Tidak berhasil, aku gagal merapikan buku kisah kita. Aku gagal memperbaiki hubungan kita. Aku tak mampu lagi buat kau menjadi alasanku, semangatku, temanku dan pengingatku. Aku hanya mampu buatmu menjadi masa laluku.
Kemudian aku harus apa? Karna tampaknya kau pun berpikir demikan. Aku semakin menyerah dan menyalahkan diri sendiri. Apa memang aku yang tak pantas menemani sisa hidupmu? Apa memang aku tak mampu jadi dia yang jadi pengisi ruang hatimu?
Sekarang aku telah merelakan semuanya. Aku telah merelakanmu bukan untukku. Aku sudah merelakan hatimu bukan untukku. Aku akan mencari dan memulai cinta yang lain. Aku hanya berdoa agar kau menemukan orang yang akan bisa menjadi pendampingmu nanti.
Sunday, February 8, 2015
Maafkan Aku Mentariku
Akhir-akhir ini aku sering terlalu larut memikirkan kapan aku akan bertemu bintang. Hingga malamku berlalu tanpa sempat aku terpejam. Kemudian ketika kau muncul maka aku mulai merasakan mataku terlalu berat untuk menyambutmu. Aku lelah dengan diriku dan pikiranku.
Apa aku melewatkan banyak hal darimu? - bisa jadi. Dan sering juga hujan menghalangimu dari pandanganku. Hingga akhirnya aku tak lagi sempat bercanda denganmu. Jangan salahkan aku sepenuhnya. Aku memang menyukai hujan tapi aku tak pernah memintanya datang ketika kau akan tiba menemuiku.
Mentari aku rindu cahayamu, aku rindu ketika hangatmu sentuh kulitku dan batinku. Aku dapat merasakan kebahagiaan mendalam ketika kau menyapu lembut wajahku dengan cahayamu.
Mentari aku ingin menemuimu lagi namun aku tak ingin janjikan sekarang. Aku tak ingin dianggap pengingkar janji hanya karna aku tak dapat menemui di waktu yang pas. Tapi percayalah, ketika saat yang tepat aku pasti akan menyambutmu dan bermain bersama hangat cahayamu. Tunggu aku yah..
Saturday, February 7, 2015
Mimpiku Semalam
Semalam aku bermimpi tentang kamu. Aku heran mengapa kau masuk ke dalam mimpiku. Aku tak pernah lagi memikirkanmu. Namun mimpi itu terasa nyata. Nyata tentang hadirmu disisiku. Suaramu terlalu jelas ditelingaku. Sentuhanmu terasa dalam aliran darahku menuju jantung melaju ke otak lalu meyakinkan bahwa kau nyata disisiku.
Namun tanpa perintah apapun aku kembali ke alam sadarku dan memaksa mataku terbuka lalu menegaskan aku bahwa semua ini hanya mimpi. Ku layangkan pandang ke langit-langit kamarku dan sambil memejamkan mata aku kembali ke alam mimpiku memutar ulang cerita yang terjadi disana.
Kau datang padaku dengan bersusah hati. Wajahmu di balut ke gundahan. Aku tak kuasa menahan perih hati melihatmu terluka. Kau menangis dipundakku, meratapi lukamu yang seakan tak bisa kau obati. Air mataku menetes namun aku tak bisa berbuat apapun. Kau berkata mengapa Tuhan menimpakan ini semua padamu, mengapa Tuhan tak mengabulkan permintaanmu. Hatiku semakin hancur mendengar ucapanmu.
Aku memelukmu karna memang lidahku kelu tak mampu berucap. Yang mampu ku lakukan hanya memberimu pundak untuk menangis. Dalam mimpiku aku berjanji untuk menjadi matamu. Menceritakan hal indah yang tak mampu kau lihat lagi. Membuatmu seolah kau mampu menatap indahnya dunia.
Tapi aku kembali ke dunia nyata dan tersadar bahwa itu hanyalah mimpi. Namun jika memang itu terjadi aku berjanji aku akan melakukan ini padamu. Aku akan menjadi matamu dan berjanji menjagamu.
Friday, February 6, 2015
Untuk Ayahku
Aku termenung di meja kerjaku menatap layar kosong tak bernyawa. Pikiranku melambung jauh ke awan awan menembus kaca jendela tak berdaun. Aku membayangkan orang orang yang ingin aku kirimkan kata kata dari suara hatiku. Namun tak satu pun dari mereka yang membuatku ingin menyampaikan surat ini. Aku menyerah, pikiranku buyar tercampur angka angka dari kertas disebelah monitorku.
Mataku teralih kepada kumpulan angka di kertas itu. Kumpulan angka itu menuliskan 1,962,411 yang mengingatkan ku akan dirimu. Lalu aku mulai menorehkan kata demi kata didalam layar itu. Mungkin ini surat pertamaku untukmu, memang terasa janggal tapi otakku tetap memaksa ku untuk menulis rangkaian kata kata ini.
Aku tau kita memang terpisah jarak. Aku tau kita sempat tak saling bicara karna banyak hal. Aku menyesalkan hal itu. Aku tau aku sering mengecewakanmu, mungkin memang aku tak sebaik harapanmu. Aku berusaha meski aku sering gagal. Percayalah Dad,I'm trying. Aku ingin seperti yang mereka yang jadi kebanggaanmu. Aku terlalu gengsi untuk minta maaf padamu, jika saja kau menyadari sifat ini turunan dari siapa. Aku ingin menganggap bahwa kita tak pernah ada masalah. Namun sikap dinginmu buatku tak mampu lakukan itu.
Aku minta maaf, meski hanya mampu ku katakan disini. Tapi aku sungguh ingin kau tau ini. Aku ingin menjadi perempuan kebangganmu. Aku ingin menjadi wanita kesayanganmu. Aku ingin menjadi yang pertama kau ingat ketika orang bertanya siapa putri kesukaanmu.
Kadang aku menyerah soal ini, dan berharap aku tak punya ambisi ini. Bukan.. Bukan kadang tapi selalu, aku selalu ingin menepis semua perasaan ini. Aku tak ingin terlalu kecewa karna aku terlalu berharap banyak. Tapi percayalah aku tetap berharap.
Aku minta maaf untuk semua hal yang aku lakukan bila menggoreskan luka dihatimu, trust me! I mean it! Aku ingin sampaikan semua ini dihadapanmu, tapi lidahku kelu ketika menatapmu, pikiranku kacau tak mampu merangkai kata.
Aku menyayangimu Daddy, Aku minta maaf.
Dari, aku yang berharap jadi putri kebanggaanmu.
Pelajaran Hidup
Thursday, February 5, 2015
Bintang (Ku)
Aku menyimpan rinduku dalam hati, agar aku dapat luapkan semuanya ketika akhirnya kita bertemu. Aku jaga semua rindu ini agar nanti dapat aku berikan padamu hingga kemudian kau tau betapa aku sangat merindukanmu. Sangat ingin menatapmu, menyentuh auramu, dan menikmati senyummu.
Sering aku menorehkan rencana-rencana untuk menemuimu, tapi lagi-lagi aku gagal. Aku berjanji dalam hati membulatkan tekadku untuk dapat menemuimu, tapi kemudian aku gagal. Bukan karna inginku tapi mereka tak ingin aku bahagia dengan memandangmu. Mungkin mereka iri padaku, atau mereka iri padamu yang membuatku kagum.
Aku pernah titipkan salam pada angin, apa dia menyampaikannya? Aku titip salam lewat mentari, apakah kau tau itu? Aku menitipkan rindu pada kicauan burung apa kau mendengarnya? Aku ingin menemuimu setiap malam. Aku ingin kau hadir dalam tiap lelapku. Aku ingin kau buatku tersenyum kembali.
Aku mohon kau hadir disana, jangan takluk akan cahaya kota ini. Aku ingin menatapmu disetiap malamku. Aku mohon temui aku malam ini. Aku rindu senyummu, Bintang..
Wednesday, February 4, 2015
For The First Time in Forever
Kemudian semua buku sekolahku penuh dengan tulisan "Andrea Love Peter". Lalu aku menamakan diriku sebagai Andrea yang sedang mencari pria bernama Peter. Seumur aku hidup aku tak pernah menemukan pria dengan nama itu. Namun aku meyakinkan diriku bahwa Peter hanyalah milik Andrea. Dan aku bukan Andrea, aku hanyalah seorang gadis SMP yang bermimpi tentang seorang pangeran.
Tapi kau tau, waktu begitu baik. Dua tahun setelah itu waktu mengirimkan seorang Peter C. dihadapanku. Meski tak tepat di depan mataku, namun aku menyadari kehadiranmu. Aku bahagia karna ternyata anganku menjadi nyata. Aku memata-matai mu dari jauh, aku memandangmu dari tempat yang tak mungkin kau sadari, aku menginterogasimu dari mereka yang ada disekitarmu hingga kemudian kau menyadari gerak-gerik ku dan menitipkan surat untukku.
Kau tau itu kebahagian ku saat itu, mendapatkan surat yang berasal dari Peter C . Seseorang yang telah lama ku impikan. AKu berterima kasih pada waktu yang mempertemukan kita. Pertemuan pertama kita saat itu membicarakan mengapa aku seperti menguntitmu. Aku hanya tersenyum mengatakan bahwa aku bahagia menemukan mimpiku.
Kau adalah mimpi yang langit izinkan untuk menjadi nyata, kau membalas semua perasaanku dengan perhatianmu. Dan ketika aku menemukan kata-kata yang bertuliskan "Andrea Love Peter" di buku sekolahku yang telah lama tersimpan, aku memberikannya padamu. Lalu aku berkata : "Aku telah memimpikanmu sejak lama, dan waktu mengirimmu tepat di hadapanku.."
Untuk pertama kali nya mimipiku menjadi nyata dan tepat seperti apa yang aku inginkan dan harapkan. Meski kemudian itu adalah akhir dari pertemuan kita yang tak pernah terulang lagi. For the first time in forever I loved someone before I met him. And it's You Peter C.
Tuesday, February 3, 2015
Untuk Cinta Pertamaku
"Zheand"
Masih ingat dengan nama ini? Ya, ini nama singkatan kita berdua. Bukan.. Aku bukan sedang mengulang kisah masa lalu. Aku hanya sedang mengenang masa-masa indah ku dulu. Masa SMA ku sekitar 8 tahun yang lalu. Berawal dari sebuah hubungan yang biasa saja, hingga hubungan yang memakai perasaan.
Sekarang aku bukan ingin mengungkit agar terjalin kembali namun aku ingin mengungkap perasaan yang pernah ada dulu. Mungkin saja kau tak pernah tau bagaimana perasaan dalam hati ini. Asal kau tau, ketika aku menuliskan ini aku memejamkan mataku terlebih dahulu, membayangkan apa yang ku alami 8 tahun yang lalu kemudian mengingat kembali perasaanku saat itu. Ya, semuanya terasa masih seperti kemarin. Tapi itu sudah masa lalu.
Aku tak pernah sadar kapan perasaan itu menjalar dalam pikiranku. Aku pun tak sadar kapan getaran itu mulai hadir dalam diriku. Yang aku tau aku menyayangimu meski entah sebagai apa. Aku tersenyum ketika menerima surat kecil dari mu. Meski hanya selembar kertas kosong dengan titipan kata-kata yang terangkai dalam satu kalimat. Terasa sangat membahagiakan perasaanku saat itu. Seutas senyuman yang kau lemparkan padaku pun terasa begitu bercahaya dalam gelap malamku. Aku bahagia kau menjadi bagian dalam hidup ku meski bukan kekasih hatiku.
Hingga pada suatu ketika aku memutuskan untuk memulai kisah yang baru denganmu. Aku memutuskan untuk menjadikan mu kekasih hatiku saat itu. Cinta pertamaku yang ternyata tak berlangsung lama tapi begitu terasa. Kau begitu berusaha mengerti diriku. Kau memberiku alasan untuk tersenyum setiap hari. Kau bahkan tak pernah biarkan senyum itu hilang dari wajahku. Kau akan merasa bersalah jika aku hanya berkata "Gak apa-apa". Meski sebenarnya memang tidak ada apa-apa. Kau akan memohon agar aku tak murung karna dirimu. Tapi sesungguhnya aku tak pernah merasakan hal itu dari dirimu. Kau adalah semangat ku untuk menghadapi ujian akhirku.
Kau menjagaku kala aku tertidur dipundakmu, kau bahkan tak melepaskan tanganku ketika aku gelisah dalam tidurku. Meski ada hal lain yang harus kau lakukan, tapi kau selalu mendahulukanku tanpa harus ku pinta. Aku merasa menjadi wanita paling beruntung mendapatkanmu saat itu. Lalu jarak memisahkan kita dan semuanya terasa hampa buatku. Aku tak lagi merasakan senyum dan semangatmu. Aku tak lagi bisa merasakan pundak tempat aku bersandar, tak ada tangan yang selalu menjaga. Tak ada lagi tawa yang warnai hari. Aku tertegun dalam sepi bertanya kemana dirimu yang slama ini. Namun tak dapat aku temui.
Tanpa ku sadari waktu mempertemukan kita kembali dan harusnya aku bahagia, tapi kali ini perasaanku tak menentu. Mempertanyakan kemana kau ketika aku mencari, mengapa baru sekarang kau hadir di depanku tanpa perasaan bersalah sedikitpun. Tapi aku dengan emosiku yang tak bisa ku jelaskan memilih mengakhiri kisah kita yang akhirnya kusesali. Aku menyesal pernah berkata "Jangan bertanya mengapa, karna aku tak mampu menjawabnya". Dan aku benci padamu yang hanya menuruti kata-kataku tanpa berusaha bertanya ada apa. Seandainya saja saat itu kau tetap bertanya, mungkin aku tak akan pernah menyesali keputusanku yang di pengaruhi emosi.
Aku membuka mataku, kembali ke masa kini. Ku sadari semua telah lama berakhir dan tak perlu aku menyesalinya sekarang. Dulu aku memang menyesalinya namun waktu mengajarkan ku untuk berani berbuat dan berani menanggung akibatnya. Aku tak akan mempertanyakan hal yang seharusnya kulakukan dulu. Mungkin kita bisa memulai sesuatu yang baru tanpa pernah mengingat masa yang lalu. Karna kau pernah menjadi bagian indah dalam hidupku dan tak akan pernah aku menyesalkan semuanya kini. Suratan kita mungkin memang seperti ini, hanya menjadi bagian dari cerita indah hidup kita.
dari Aku yang dulu pernah menyesali kesalku.
Monday, February 2, 2015
Tetaplah Disana...
Mungkin saat kau membaca surat ini, akan terlihat sangat gombal. Tapi aku ingin bercerita tentang apa yang aku alami setelah post terakhirku tentang dirimu -banyak- . Aku akui aku mengagumi mu dari jauh meski bisa saja kau tahu soal ini. Aku tak pernah berani menyapamu atau mengobrol denganmu. Meski kita sudah berpapasan, aku hanya akan bisa tertunduk malu dan tak mampu bicara. Banyak orang bertanya apa yang aku suka dari dirimu, namun aku pun tak pernah bisa menjawabnya. Yah, aku memang tak tau, aku tak mengerti mengapa aku selalu tersenyum meski hanya menatapmu dari jauh.
Pernah satu kali aku harus menemui ketika kau berada dalam rapat dengan tim mu. Entah apa yang mendorongku untuk harus menemui mu saat itu. Padahal aku rasa, aku bisa menemuimu keesokan harinya. Tapi aku tetap memaksa diriku untuk menghampirimu. Akhirnya aku pun mendapatkan izin untuk itu dan aku datang ke ruang rapatmu. Kemudian hal yang tak sama sekali aku bayangkan, seisi ruangan bercanda dan tertawa dengan bahagianya tanpa aku mengerti apa yang mereka ucapkan. Bisa saja ini hanya perasaanku saja, tapi aku merasa mereka menggodaku karna berbicara denganmu. Namun karna perasaanku yang mendadak kacau, jantungku berdegub kencang namun hatiku senang dan satu hal yang pasti adalah mukaku akan semerah kepiting rebus, aku tak bisa mendengar dengan jelas apa yang mereka bicarakan. Aku ingin beranjak dari tempat itu karna malu, namun aku masih ingin melihatmu dari jarak sedekat itu. Setelah berlalu dari ruangan itu, aku masih merasakan aura bahagia dalam diriku. Aku pun tak mengerti mengapa aku sebahagia itu.
Kemudian setiap kali aku memandangmu dari jauh, aku akan selalu tersipu dan tersenyum. Aku selalu bersemangat ketika kau hadir disekitarku. Aku selalu bisa merasakan auramu disekitarku, meski hanya sekejap aku akan langsung menyadari keberadaanmu di dekatku. Jauh dalam hati aku ingin berbincang denganmu, berbincang mengenai pekerjaan dan motivasi dalam bekerja. Dan satu hal yang perlu kau tau, kau menjadi motivasiku dalam bekerja. Kau menjadi semangatku dalam bekerja. Tetaplah disana sampai aku tak bisa lagi mengagumi dari jauh. Tetaplah disana sampai aku tak bisa menjadikanmu semangatku lagi. Tetaplah disana sampai aku tak boleh lagi membuatmu jadi motivasiku.
Dan diatas semuanya, aku menyampaikan rasa terimakasih ku untuk semua perasaan yang tak pernah kau buat namun telah terjadi. Semua semangat yang muncul dalam diriku karnamu, semua bosan yang kau ubah jadi senyuman hanya dengan kehadiranmu.
Terimakasih.. :D
Sunday, February 1, 2015
Ade Echy Ku Sayang
Hai adeku sayang...
Gimana rasanya menjadi 19? Cieehh, yang udah gede sekarang... But your still my lil " Ade yang gak pernah mau dipanggil ade. Ade yang paling perhitungan. Ade yang gak mau barangnya dipake tapi pengen make barang kakanya. Ade yang merhatiin penampilan banget. Ade yang narsis banget kalo di depan kamera. Ade yang pemilih, punya ekspresi berlebihan kadang. Ade yang ngalahin rekor pacaran kakanya (berapa kali chy?) Hahahahaha.. Ade yang pinter tapi kadang malas belajar. Ade yang gampang ngambek. Ade yang paling anti sama nangis. Ade yang gak mau ngalah kalo lagi berantem. Ade yang gengsinya paling tinggi.
Oia, masih inget gak pernah nulis buat kaka? Nulis surat waktu kau baru belajar nulis? Yang aku tuh mesti baca pake ngeja, supaya ngerti maksudnya apa. Tapi beneran deh, pas baca surat itu langsung pengen nangis terharu. Surat itu gak ada spasi, gak ada titik koma, tapi isinya tetep bikin semua itu tanda baca gak penting. Surat yang nyuruh kaka untuk gak pergi lama-lama. Padahal kaka kan cuma mau ke boarding school, dan yang pasti minimal 6 bulan kemudian baru pulang.
Tapi itu kenangan paling memorable banget. Meski kelihatan galak tapi hatinya baik banget. Memang gak pernah nangis, tapi kaka yakin kalo kau pernah nangis sendiri dimana orang lain gak boleh liat. But you're the strongest sister that I have.
Inget juga kau pernah nangis waktu kaka berantem ama orang. Jadi meski punya gengsi tinggi tapi tetep perasa banget. Gak bisa ngeliat orang susah. Gampang banget iba. Dan suka memberi kalo lagi baik. Kadang juga mau berbagi kok.
Di usia yang sekarang udah 19, kaka cuma berdoa semoga kau selalu dapat yang terbaik. Meski udah kuliah pacaran tetep belum boleh yaah.. Kuliah yang bener dulu, baru pacaran. Semoga selalu jadi kebanggaan orang tua. Dan selalu diberkati yah.. :)
Gelsey Ranya Samosir
Happy Birthday boru Pudan! Gelsey Ranya Samosir.. Namanya berarti Bunga yang menyenangkan. Dengan doa yang mengiringi semoga dia kelak mene...
-
Dear Gwen.. Pernah seseorang bilang ke mama, kalo ulang tahun yang pertama harus dirayain spesial. Karna banyak bayi yang gak bisa melewati ...
-
Aku duduk terdiam di kursi penonton di Lapangan Basket. Entah apa yang terlintas di pikiran ku. Aku hanya merenung, apakah ini adalah saat...
-
Untuk Pria yang pernah berbagi kisah denganku Selamat sore, Aku hanya ingin menyapamu melalui surat ini. Dan aku juga ingin menyampaikan...














